4 DASAR BERPIKIR KOMPUTASIONAL

 1. ABSTRAKSI

   Abstraksi adalah suatu metode berpikir komputasional yang mengutamakan terhadap hal-hal yang berhubungan langsung dengan masalah yang sedang dihadapi. Selain itu, konsep abstraksi ini akan meninggalkan berbagai macam hal yang dianggap tidak bisa digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.

Contoh Abstraksi: pola sederhana yang mewakili suatu pernyataan yang rumit



2. ALGORITMA 

 Adalah menyusun Langkah berurutan secara tertulis dalam rangka menentukan tahap otomatis untuk mencapai suatu solusi. Jika langkah berurutan ini dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman, maka langkah otomatis ini akan memerintahkan komputer untuk menyelesaikan persoalan. 


Contoh Algoritma:

Fadli membuat gelang dari manik-manik berbentuk bulat. Urutan warna manik-manik di gelang tersebut adalah merah (M), hijau (H), kuning (K), dan biru (B). Selama 4 warna manik-manik itu masih tersedia, Fadli tidak akan mengubah urutan warnanya. Setelah memasukkan manik-manik biru, Fadli akan kembali memasukkan manik-manik berwarna merah. Jika salah satu warna manik-manik habis, Fadli akan berlanjut membuat gelang dengan manik-manik tersisa. Manik-manik yang bersebelahan tidak boleh berwarna sama. Saat membuat gelang, Fadli memiliki: 5 buah manik-manik merah (M); 3 buah manik-manik hijau (H); 7 buah manik-manik kuning (K); dan 2 buah manik-manik biru (B). Berdasarkan ketersediaan manik-manik dan aturan urutan warnanya, berapa manik-manik yang bisa dirangkai oleh Fadli?

3. DEKOMPOSISI

Dekomposisi merupakan formulasi persoalan sehingga dapat diselesaikan dengan cepat dan efisien serta optimal dengan menggunakan komputer sebagai alat bantu.


Contoh:

  • Saat kita berencana untuk mengadakan pesta makan bersama keluarga besar, maka kita akan menggunakan dekomposisi untuk mewujudkan rencana tersebut. Kita bisa menganalisis dan menguraikan apa saja yang dibutuhkan dalam acara tersebut, lalu membaginya lebih spesifik. Kita bisa berbagi peran dan melakukan tugas masing-masing sesuai peran tersebut, misalnya ada yang memilih menu, membeli bahan makanan, membawa makanan masing-masing agar hidangan variasi hingga mengatur waktu acara.
  • Contoh lainnya, ketika kita sedang berlibur bersama keluarga, lalu tersesat di tengah jalan maka kita bisa menggunakan dekomposisi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kita dapat menguraikan masalah dan membaginya lebih spesifik agar mudah mencari solusinya, seperti dengan mencari rute yang tepat di internet, bertanya pada masyarakat sekitar, fokus menyetir kendaraan, memandu arah yang diambil.
  • Penerapan dekomposisi di sekolah; misalnya ketika ingin melakukan kegiatan atau inisiatif baru di sekolah, maka prosesnya yaitu dengan membangun rencana yang strategis, membuat visi program, mencari dukungan dan segala sesuatu yang terlibat.


4. PENGENALAN POLA

Pengenalan pola (pattern recognition) adalah aspek penting dari berpikir komputasional. Ini melibatkan kemampuan komputer atau program untuk mengenali pola atau struktur tertentu dalam data. Pengenalan pola memungkinkan komputer untuk membuat keputusan atau menyimpulkan berdasarkan informasi yang telah dipelajari dari data yang ada.

Contoh:





Comments

Popular posts from this blog

Tugas Pa Ucok Deskripsi SD

Tugas Bahasa Indonesia : Surat Perkenalan Diri

THE GOLDEN BOWL