Perjalanan Menembus Waktu naskah sos
Perjalanan Menembus Waktu
Di sebuah SMA swasta yaitu SMA Labschool Kebayoran, ada seorang remaja bernama Eiji. Eiji merupakan siswa yang sedang duduk di bangku kelas 12 dan merupakan sosok siswa yang populer di sekolah. Hal ini dikarenakan Eiji memiliki kepribadian yang ceria, baik, cerdas, rajin, dan gaul. Remaja ini memiliki sahabat yang sudah akrab sejak di bangku SMP, yaitu Norman.
Pada suatu pagi, seluruh siswa di bangku kelas 12 akan melakukan kunjungan ke sebuah museum kerajaan. Di museum kerajaan ini terdapat sejumlah monumen, seragam prajurit, dan peralatan perang pada jaman dahulu. Eiji sangat menikmati kunjungan ini, ia sangat menyukai hal-hal yang berbau sejarah.
“Bisa kalian lihat pada ruangan ini, terdapat sejumlah sisa seragam prajurit kerajaan dari tahun 1800,” ujar seorang pemandu kunjungan.
Eiji sibuk mengamati seluruh sudut pada ruangan ini hingga matanya tertuju pada sebuah pintu kaca yang tertutup rapat. Berdasarkan hasil pengamatan melalui kaca yang transparan, Eiji bisa melihat ruangan tersebut berisikan buku-buku yang sangat dijaga. “Permisi, Pak. Apakah ruangan buku itu dapat saya datangi?”
Sang pemandu melihat tatapan Eiji yang terpaku kepada pintu kaca tersebut, “Ruangan buku yang kamu lihat tidak terbuka untuk umum. Hal ini dikarenakan buku-buku di dalam diduga memiliki sihir dan hal-hal ghaib lainnya,” jawab sang pemandu. Eiji menghembuskan napas dengan kecewa mendengar jawaban sang pemandu.
Norman mendekat dan membisikan sesuatu ke telinga Eiji, “Eiji, kita mau menyelinap ke ruangan itu tidak? Aku kepo, nih!”. Eiji menggelengkan kepala, “Kamu yakin kita tidak akan kena masalah jika menyelinap ke dalam?”. Norman tertawa mendengar balasan Eiji, “Ah, kamu payah nih! Ayo lah, ikuti saja aku.”
Tidak lama kemudian, Norman dan Eiji berjalan secara pelan mendekati ruangan pintu kaca tersebut. Eiji menahan pundak Norman, “Norman, kamu yakin kita ngga akan kena omel?”. Norman menjawab, “Haha, masalah kena omel atau tidak biarkan nanti saja. Aku ingin melihat buku-buku yang dikatakan memiliki sihir dan hal ghaib!”. Eiji setuju dengan pernyataan Norman dan lanjut menghampiri pintu kaca tersebut.
Begitu tiba di depan ruangan, Norman membuka pintu kaca secara perlahan. Krekk. Dari depan pintu, Norman dan Eiji bisa melihat betapa luasnya ruangan perpustakaan itu. Ruangan ini terdiri dari sejumlah rak buku yang tertata dengan rapih namun berdebu seakan ruangan ini jarang dikunjungi oleh manusia. “Wah, ruangannya besar ya!” ujar Norman sambil mengelilingi ruangan tersebut. Eiji mengangguk dengan setuju sebelum menghampiri suatu rak buku yang menarik perhatiannya. Di rak buku tersebut, mata Eiji menyoroti suatu buku yang terlihat sangat misterius, di mana terdapat suatu tongkat sihir di sebelahnya.
Eiji membuka sejumlah halaman hingga berhenti di suatu halaman yang memiliki mantra di dalamnya. “Lihat Norman, sepertinya ini ucapan mantra” ucap Eiji sambil menepuk bahu Norman.“Wah keren! Yuk coba baca mantranya sambil mengayunkan tongkat ini” ucap Norman sambil menyodorkan tongkat sihir ke tangan Eiji.
“Lepaskan waktu dan ruang
Dan semangat
Dimanalah kehidupan zaman dahulu yang akan balik
Dengan berteriak VOLVER A LOS ANTIGUOS TIEMPOS!”
Seketika, tanah yang dijejaki berontak dan mengguncangkan seluruh ruangan. Eiji dan Norman berpegangan ke dinding terdekat. Atap ruangan pun terlepas bagai tertarik angin puting beliung. Langit biru berubah menjadi ungu dan melingkar. Seketika, lantai di bawah Eiji berubah menjadi lubang. Eiji pun tertarik ke dalam lubang.
“Norman! Tolong!” Eiji pun tersedot ke dalam lubang. Norman hendak menangkap Eiji sebelum dirinya ikut tertarik ke dalam lubang.
BOOOM!!
Begitu kedua anak tersebut hilang dari jejak bumi, lantai dan seluruh kondisi perpustakaan kembali seperti semula seakan ruangan ini tidak pernah terguncang.
Seketika, seorang gadis terbangun dari tidurnya. Gadis tersebut teriak dengan kencang. “Ah, apa yang barusan terjadi? Norman! Di mana kamu?” Ia beranjak dari kasur dan mengelilingi kamar di mana ia berada. Gadis ini terus berlari hingga menemukan sebuah cermin. Ia tampak terkejut melihat apa yang di depan matanya. Di cermin, tampak seorang gadis yang cantik dan mempesona. “Ehhh?? Ini siapa? Kenapa pantulan cerminku menunjukan seorang gadis?!”
Rupanya, wanita ini merupakan Eiji yang kembali ke 200 tahun yang lalu.
Brukk… Eiji menjatuhkan badannya ke lantai
“Tuan putri! Suara apa itu? Apakah kamu baik-baik saja?” teriak seorang pelayan sembari mengetuk pintu kamar. Eiji kemudian berdiri dan dengan spontan membuka pintu kamar hingga terlihat wajah dari pelayan tersebut. “Aku mau tanya, apakah aku adalah seorang perempuan? Apakah ini perempuan? Kenapa saya perempuan?” tanya Eiji dengan nada panik. Pelayan tersebut menatap Eiji dengan bingung. “Tuan putri, apakah kamu sehat? Perlu kah aku panggil seorang dokter? Tentu saja kamu seorang perempuan! Kamu habis mimpi apa, tuan putri?”
Eiji menghela napas dan menyenderkan kepalanya di dinding. “Astaga, jadi aku benar-benar berubah jadi perempuan.” Eiji mengusap dagu hingga suatu pertanyaan muncul di benaknya. “Tunggu dulu, apakah kamu barusan memanggil aku tuan putri?”
Pelayan tersebut menjawab, “Tentu saja Tuan Putri. Kamu adalah putri dari Kerajaan Teyvat. Sudah menjadi kewajiban kami untuk memanggil kamu Tuan Putri.”
Eiji melihat sekeliling ruangannya. Satu hal yang ia sadari bahwa perabotan di kamar tersebut terlihat sangat kuno seakan ia berada di film lampau. “Kalau boleh tahu, ini tahun berapa?”
“Tahun 1859,” jawab pelayan tersebut. Pelayan ini heran karena tuan putrinya bertingkah aneh dan lebih sopan dari biasanya.
“Oh tidak.” Bisik Eiji.
Eiji kembali berbaring di kasur dengan penuh rasa tanya hingga terdapat suara ketukan dari pintu.
Tok Tok Tok
Eiji seketika berdiri untuk membuka pintu. “Siapa?” tanya Eiji.
“Putri Krista, apa yang terjadi? Apakah kamu sakit? Ibu mendengar kabar dari seorang pelayan bahwa kamu bertingkah aneh pagi ini,” tanya seorang wanita paruh baya dengan khawatir. Eiji bertanya dalam hati “Siapa dia..? Apakah dia ibuku?” .
Terlalu banyak informasi dan peristiwa aneh yang menimpa Eiji sehingga Eiji kehilangan keseimbangan tubuh dan jatuh.
“Panggilkan Dokter ahli!” Teriak sosok “Ibu” dari Putri Krista.
Eiji terbangun di suatu ruangan yang gelap dan kosong. Ia beranjak dan menemukan sebuah kertas yang berisikan suatu tulisan.
Ubahlah hitam menjadi putih
“Hah.. Apa yang dimaksud dari kertas ini? Apakah ini sebuah mantra?” tanya Eiji.
Tiba-tiba, Eiji mendengar suara ghaib. “Sikap kamu dulu jahat dan manja.”
Eiji terlihat bingung dan mencari sumber suara tersebut, “Siapa kamu? Dan ada dimana kamu?” tanya Eiji dengan panik.
“Saya memang tidak terlihat, tetapi saya adalah sihir yang akan melihat kegiatan kamu saat melakukan misi ini.” Suara ghaib tersebut terdengar lagi di telinga Eiji.
“Sebuah misi? Dan apa yang akan terjadi jika aku menyelesaikan seluruh misi ini?” tanya Eiji penasaran. “Apakah aku akan kembali ke dunia semula? “
“Jika kamu menyelesaikan seluruh misi ini, kamu dapat kembali ke kehidupan kamu sebagai Eiji,” jawab suara ghaib tersebut. Eiji menghela napas dengan lega karena ia akhirnya menemukan suatu cara untuk keluar dari mimpi buruk ini.
Eiji terbangun dari tidur. Ia melihat seorang wanita separuh baya dan seorang dokter yang sedang mengelilingi ranjangnya. “Sayang, apakah kamu tidak apa-apa? Tolong ceritakan ke ibu. Ibu pasti akan menjaga kamu,” ujar sang ratu. “Ooh… jadi wanita ini adalah ibu saya, “ ujar Eiji dalam hati.
“Mba Aya, tolong buatkan anakku secangkir teh hangat,” perintah sang ratu kepada seorang pelayan dengan wajah khawatir. “Krista, apakah ada hal yang mengganggu pikiran mu? Tolong ceritakan ke ibu,” tanya Ibu dengan muka khawatir.
Eiji menelan ludah. “Tidak ada ibu, aku hanya terasa tidak enak badan,” jawab Eiji sambil minum teh hangat. Sang ratu terlihat terkejut akan perubahan sikap putrinya yang tiba-tiba menjadi ramah. Umumnya, Putri Krista merupakan tuan putri yang manja dan tidak ramah. “Baiklah, kalau begitu.”
“Sebetulnya, ada hal yang ingin Ibu katakan ke kamu,” ucap sang ratu. “Ibu ingin memberi tahu kamu kalau kamu akan bertunangan dengan Pangeran Louis,” ujar ibu dengan muka senang. “Ibu tahu kamu sudah menyukai pria ini dari lama. Kamu pasti senang mendengar berita ini.”
“Apa?! M-Menikah?” Teriak Eiji dengan kaget. Eiji sudah cukup terpukul dengan fakta bahwa ia kembali ke kehidupan 200 tahun yang lalu dan menjadi seorang putri di suatu kerajaan. Kini, ia kembali terpukul dengan berita bahwa ia akan menikahi seorang pangeran. “Ibu, boleh tidak berikan saya waktu untuk berpikir?” tanya Eiji.
“Huh, tumben. Ibu kira kamu akan menyukai berita ini. Baiklah sayang, Ibu akan tunggu jawaban kamu. Tidak apa-apa kalau kamu masih belum siap,” ujar sang ratu sambil memerintahkan seluruh pelayan untuk keluar dari kamar Putri Krista.
“Ya ampun, bagaimana aku bisa melewati ini semua” Eiji menghela napas dan menyembunyikan mukanya ke dalam bantal.
Eiji tiba-tiba menyadari sesuatu. Aku memiliki sebuah misi… Apakah tunangan ini termasuk dari misi ini..? Eiji langsung bergegas menghampiri sang ratu “Ibu! Ibu!” teriak Eiji. “Ada apa sayang?” jawab ibu . Aku mau bertunangan dengan.. Louis!” jawab Eiji. “Oh baguslah! Akan ibu sampaikan berita ini ke ayahmu !” Ibu menghela nafas dengan bahagia.
“Ayah..ayah ! Krista menerima tunangan dengan Pangeran Louis !” ujar Ibu. Kemudian terdengar suara langkah yang berat. Eiji sangat penasaran siapakah yang menjadi ayahnya sekarang. Kemudian tampak seorang pria bertubuh tinggi, besar dan memiliki penutup mata di sebelah mata kanannya. Eiji langsung takut melihat muka pria itu. “Baiklah, akan saya bicarakan dengan Raja Andrew ayah Pangeran Louis,” jawab pria berotot dengan suara yang tegas dan muka yang seram.
Eiji menghela nafas "Saya tidak tahu apakah saya membuat pilihan yang tepat atau tidak,” Eiji merasa gugup.
Pada keesokan harinya, Eiji bersiap-siap menggunakan gaun yang indah, tetapi ada bagian dari pakaian yang paling dia takuti yaitu korset. “Putri Krista siap-siap akan saya tarik tali korsetnya,” ujar mba Aya pelayan sang putri. Saat tali korset ditarik Eeeeee sakiittt sekaaali , aku tidak bisa bernapas. “Mba Aya tolong longgarkan sedikit ya,” ujar Krista. Sekali lagi sang pelayan bingung akan perubahan sifat putrinya yang menjadi lebih sopan. Biasanya sang putri akan langsung meradang marah-marah.
Setelah Putri Krista selesai berpakaian dan berdandan , ibu membuka pintu kamar. “Krista, apakah kamu sudah siap bertemu dengan Pangeran Louis?” tanya ibu dengan wajah penasaran. “Saya sudah siap bu,” jawab Eiji. “Oke kalau gitu! Ibu akan tunggu di tempat pertemuan kita ya!” Ibu langsung menutupkan pintu. Eiji menghela nafas.
“Tuan Putri,” sang pelayan memanggil Eiji. “Apa?” jawab Eiji. “Putri Krista, saya tidak tahu tetapi.. sikap putri sangat berbeda sejak tuan putri pingsan,” ujar pelayan dengan penasaran. Eiji langsung bingung “Memangnya dulu sikap saya seperti apa?” tanya Eiji dengan muka penasaran. “Sebelumnya sikap Putri Krista sering marah-marah, galak dan sangat manja terhadap kita,” jawab sang pelayan.
Eiji teringat apa yang telah dikatakan suara gaib itu, “Ubahlah hitam menjadi putih..” Eiji langsung tersadar ternyata maksud dari Ubahlah hitam menjadi putih yaitu apakah dia harus mengubah sikap Putri Krista yang dulunya sangat menjengkelkan menjadi Putri Krista yang bijaksana dan baik hati.
“Terimakasih atas kejujuranmu,” ujar Eiji kepada pelayannya. Saya akan bergegas ke tempat pertemuan untuk bertemu dengan Pangeran Louis.
Terdengar suara terompet yang menunjukkan bahwa Pangeran Louis sudah tiba di istana
Eiji sangat penasaran dia ingin segera melihat siapa Pangeran Louis. Raja dan ratu duduk di antara Eiji. “Putri Krista, Pangeran Louis sudah tiba”, ujar pengawal. Kemudian terlihat seorang pria tampan yang berjalan di atas karpet merah yang panjang dan belakang pria itu terdapat 10 pengawal kerajaan yang sedang mengikuti dia.
Saat Pangeran Louis berada di depan Putri Krista, mereka berdua menunduk satu sama lain. “Senang bertemu dengan mu Pangeran Louis” Ujar Putri Krista dengan suara lembut yang menunjukkan hormat kepada Pangeran Louis, “Senang bertemu dengan kamu juga Putri Krista” Jawab Pangeran Louis sambil mencium tangan Putri Krista. Eiji melihat apa yang dilakukan pangeran, Eiji merasa ingin menunjukkan wajah kecut tetapi dia ingin berusaha untuk tetap normal.
“Baguslah! kalian sudah saling mengenal sekarang. Kalian berdua bisa saling bertukar cerita sambil berjalan-jalan di taman. Kita berdua akan membahas tentang hal ini dengan orang tua Pangeran Louis!” Ujar Sang Ratu dengan wajah senang.
Saat di taman
Pangeran Louis dan Putri Krista berjalan mengelilingi taman yang mewah dan besar. Tiba-tiba, “Apakah kalian bisa tidak mengikuti kita berdua dulu?” Tanya Pangeran Louis dengan suara beratnya kepada para pengawal yang sedang mengawasi mereka. “T..tapi sudah menjadi tugas kami mengawal pangeran dan putri”, ujar salah satu pengawal itu. “Sudah ku bilang! Jangan ikuti kita!”, Teriak Pangeran Louis. “Siap, Laksanakan Pangeran!” Semua pengawal yang mengikuti mereka berdua meninggalkan taman tersebut dan hanya tersisa Putri Krista dan Pangeran Louis.
“Aku punya firasat yang buruk tentang hal ini..”Batin Eiji, “Putri Krista, silahkan duduk di tempat ini”. Wajah Pangeran Louis berubah dari muka yang tegas dan menyeramkan menjadi pria yang terlihat polos dan baik. Eiji duduk di bangku putih dan memandang Pangeran Louis. “Putri Krista.. dengarkan aku. Kita akan menikah hanya karena aku ingin menyelesaikan misi ini..” Ujar Pangeran Louis. Eiji terkejut dengan kalimat yang dilontarkan oleh Pangeran Louis, karena apa yang dikatakan sama dengan apa yang di rencanakan dengan Eiji.
“Pangeran.. Apakah kamu berasal dari masa depan?” Tanya Putri Krista dengan muka serius. Pangeran Louis terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Putri Krista.
”Jangan kasih tahu siapa-siapa… saya… hmmm”, Pangeran berhenti bicara. Pangeran Louis merasa ragu dengan pertanyaan Putri Krista, tetapi bisa saja, siapa tahu sang putri itu juga berasal dari masa depan. “.. Nama saya Norman”, Jawab Pangeran Louis.
“HAH?! NORMAN?!” Putri Krista langsung mendorong Pangeran Louis hingga Pangeran Louis terjatuh dan menampar Pangeran Louis. Norman terkejut “APA YANG KAU LAKUKAN?!” Norman ingin menghindar dari Putri Krista. “AKU EIJI! INI SALAH KAMU, KITA SEKARANG ADA DALAM MASALAH BESAR!”, Teriak Eiji dengan rasa dendam yang berat dengan Norman.
“EIJI?! ITU KAMU?”, Norman terkejut. “IYA INI AKU EIJI! TEMAN KAMU!”, Teriak Eiji. Norman sadar kalau ini memang salah dia, dia yang menyebabkan mereka bisa terlempar ke masa lalu. Dan mereka berdua harus menyelesaikan misi agar bisa kembali ke masa depan lagi. “Ya..ya sudah Eiji, aku minta maaf, sekarang lebih baik kita bicarakan dulu apa yang terjadi dan bagaimana kita harus keluar dari permasalahan ini”, Ujar Norman dengan muka takut , melihat sikap Eiji yang sekarang lagi kesal.
Tangan Norman gemetaran melihat Eiji yang lagi marah. Wajar kalau Eiji marah pikir Norman, karena sekarang Eiji berubah menjadi seorang gadis.
“Misi kamu apa Norman?” Tanya Eij kesal. “Misi saya?”, Tanya Norman. “Iya, aku yakin pasti ada suara ghaib yang membisiki telinga kamu juga kan?”, Ujar Eiji. “Aa…ah maaf ,oh iya, misi aku.. yaitu Ubahlah Kecil Menjadi Besar, kalau kamu?” , Tanya Norman. “Ubahlah Hitam menjadi Putih..” Jawab Eiji. Mereka berdua menyadari bahwa misi mereka hampir sama.
“Apakah kamu pingsan saat kamu menyadari kalau kamu berada di waktu yang berbeda?”, Tanya Eiji. “Yaa… tidak juga sih, aku merasa senang karena banyak pelayan yang menghormati aku, tetapi saat aku tidur aku bermimpi berada di ruangan yang gelap dan membaca kertas kecil bertuliskan misi aku ini”, Jawab Norman. “Tsk tsk …bener- bener ya kamu..
Eiji tidak suka dengan sikap Norman yang aneh, tetapi dia ingin tahu karena mereka berdua memiliki mimpi yang sama.
“Ya… ada suara gaib berkata kepada aku tentang misi itu dan kalau aku menyelesaikan misi itu aku bisa kembali ke masa depan aku sebagai Norman. Sebelumnya aku tidak mengerti apa maksud suara gaib itu. Tetapi salah satu pelayan memberitahuku kalau sikapku sangat berbeda dari sebelumnya, dahulu aku bersikap seperti pemuda yang lemah serta penakut dan sekarang aku menjadi seorang yang tegas serta pemberani. Setelah dia berbicara itu kepada aku, aku langsung sadar kalau suara gaib yang dikatakan saat mimpi itu adalah misi yang harus ku lakukan. Yaah.. aslinya aku tidak mau mengikuti misi tersebut, soalnya di kehidupan ini aku merasa terhormat dan dilayani dengan baik. Tetapi aku harus menyelesaikan misinya karena aku tidak bisa terus menerus seperti ini”, Jawab Norman panjang dan lebar.
“Oh..begitu.. berarti misi “Kecil menjadi Besar” itu dahulunya sikap kamu adalah orang yang lemah dan penakut harus kamu ubah jadi Pangeran Louis yang tegas dan pemberani”, Jawab Eiji. “Sepertinya begitu.. oleh karena itu Putri Krista dan Pangeran Louis harus bekerja sama melakukan hal yang baik agar kita bisa kembali ke masa depan lagi“, Jawab Norman. “Yaa tapi posisi kamu lebih enak, tidak seperti aku yang jadi berubah jenis kelamin seperti ini”, Ujar Eiji dengan kesal. Mendengar itu , Norman menundukkan kepala, tidak berani melihat wajah Eiji.
Putri Krista dan Pangeran Louis selesai berbicara dan menghadap kedua orang tua mereka. Mereka sudah membahaskan tentang pernikahan mereka dan mereka berdua setuju. Pernikahan akan dilangsungkan sebulan kemudian.
Beberapa hari setelah itu terjadi bencana alam berupa gempa bumi di wilayah dua kerajaan tersebut. Banyak korban berjatuhan, rakyat sangat menderita.
“Sepertinya pernikahanku harus ditunda, sangat tidak empati sekali jika rencana pernikahan tetap dilanjutkan”, pikir Eiji. Aku tidak tega melihat keadaan sekitar, aku harus membantu meringankan beban rakyatku. Putri Krista menghadap ayahnya dan mengatakan kalau dia ingin menunda pernikahan dan keluar dari istana untuk ikut membantu korban bencana. Ayahnya sangat senang mendengar sang putri memiliki keinginan untuk membantu sesama. “Wah , putriku benar2 sudah berubah”, batin sang raja.
Putri Krista ternyata sudah menyusun rencana dengan Pangeran Louis, mereka berdua turun tangan langsung ke daerah bencana memberikan bantuan langsung kepada rakyat yang terdampak bencana. Rakyat sangat senang dengan kehadiran putri dan pangeran di tengah-tengah mereka, batin mereka menjadi terobati. Rakyat yang tadinya tidak suka dengan sikap putri mereka yang galak dan manja serta pangeran yang lemah dan penakut menjadi berubah pandangan terhadap sikap putri dan pangeran mereka.
Dengan pengawasan langsung dari Putri Krista dan Pangeran Louis maka bencana di dua kerajaan itu dapat dilalui dengan baik.
Rencana pernikahan yang tertunda akhirnya disusun kembali. Pernikahan antara dua kerajaan diadakan di kastil yang besar dan mewah, dihadiri oleh bangsawan-bangsawan dari kerajaan lain yang ikut merestui pernikahan Pangeran Louis dan Putri Krista.
Malam hari telah tiba, para tamu undangan satu demi satu meninggalkan istana. Pangeran Louis dan Putri Krista memasuki kamar mereka. “Norman, aku sudah berubah menjadi orang yang lebih baik, begitu juga dengan kamu dan kita juga sudah patuh dengan keinginan orang tua kita untuk menikah, semoga kita bisa kembali ke masa depan”, Ujar Eiji membuka pembicaraan.
“Iya , kita sudah berusaha sebisa kita menyelesaikan misi ini dan aku berharap ini malam terakhir kita di masa ini”, sambung Norman.
“Bagaimana jika kita tidur sekarang dan semoga kita akan terbawa mimpi seperti saat kita mendapatkan misi?” tanya Eiji dengan penasaran “Mari kita coba, sepertinya ide yang bagus..” jawab Norman. Keduanya tidur sangat nyaman dengan harapan mereka kembali ke masa depan.
Eiji membuka matanya dan berada di ruangan yang putih, dia merasa heran. “Norman? Norman, dimana kamu?”, teriak Eiji. “Aku disini!! Ada kertas lagi!!”, teriak Norman. Eiji bergegas lari ke arah Norman dan melihat kertas, namun kertas itu tidak ada tulisan apa-apa.
Tiba-tiba terdengar suara gaib. “Kalian melakukan misi ini dengan baik”, suara gaib itu terdengar lagi. “Jadi, apakah kita bisa balik ke masa kita sekarang ?”, tanya Norman dengan muka yang senang. “Tentu saja bisa! Kalian bisa kembali!”, jawab suara besar itu. “Yeay!! Aku sangat tersiksa di tempat ini, apalagi jika harus memakai korset..”, ujar Eiji dengan wajah trauma dia. “Kalian bisa kembali dengan mengikuti perkataan ku”, ujar suara besar itu. “VROOM VROOM ABRACADABRA!” teriak suara gaib itu. Eiji dan Norman tidak bisa berkata-kata lagi. “Apakah..ii..ini beneran ucapannya? Kenapa jelek sekali..?”, tanya Norman. “Kalian mau kembali atau tidak?!” , ngegas suara gaib itu. “Iyaa! iyaa! “, jawab Eiji. “Ya sudah, sebutkan kalimat itu dengar keras dan bersamaan!” , ujar suara gaib itu.
“VROOM VROOM ABRACADARA”
“Bisa kalian lihat pada ruangan ini, terdapat sejumlah sisa seragam prajurit kerajaan dari tahun 1800,” ujar seorang pemandu kunjungan. Eiji tiba-tiba membuka matanya “huh.. Apakah aku sudah kembali?” , batin Eiji. Tiba-tiba ada orang yang memeluk dia, “EIJIIIi!! KITA BALIK LAGI HUAAAA!!”, teriak Norman sambil memeluk EIji dengan kuat. “N..norman aku gak bisa nafas berhenti!”, tegur Eiji. “Ma..maaf, aku terlalu gembira”, Norman langsung berhenti memeluk Eiji. Eiji menghela nafas panjang, “akhirnya, selesai juga yaa.. Oh iya Norman, belikan aku 2 pizza sebagai hukuman”, ujar Eiji dengan muka kesal dia”. I..iya, aku akan tanggung jawab atas perbuatanku”, jawab Norman tanpa ragu karena dia memang yang salah. “Baguslah!”, jawab Eiji dengan muka senang dia setelah mendengar jawaban Norman. “Iyaa iyaa”, ujar Norman dengan wajah puasnya bahwa masalah ini berakhir dengan baik.
-THE END-
Comments
Post a Comment